Baguette, Simbol Kuliner Prancis yang Diatur Khusus dalam Décret Pain

Baguette, Simbol Kuliner Prancis yang Diatur Khusus dalam Décret Pain

KabarDunia.com Baguette, adalah sebutan untuk roti khas dari Prancis yang memiliki bentuk panjang serta keras pada bagian luarnya. Demi merayakan hari ulang tahun ke-22 roti Baguette ini, Google pun pada hari ini membuatkan sebuah doodle istimewa untuk merayakan si roti Baguette.

Baguette sendiri mempunyai bentuk yang khas serta unik. Panjangnya pun secara umum, bisa mencapai hingga 65 centimeter serta diameter sekitar 5 hingga 6 centimeter. Soal tekstur, roti yang yang kadang bisa sampai 1 meter ini, memang agak keras pada bagian kulit luarnya, tetapi ketika anda mencoba membelahnya maka anda bisa merasakan kelembutan yang ada pada bagian dalamnya. Baguette pada awalnya memang tidak merujuk pada sebuah jenis roti khusus hingga pada tahun 1920. Penggunaan kata dari baguette lebih condong pada sesuatu yang bermakna ‘tongkat’ seperti yang digunakan pada frasa baguette magique alias tongkat sihir atau pun baguette de direction alias tongkat dirigen.

Menurut sejarahnya, ada sebuah perdebatan mengenai apakah Baguette yang saat ini menjadi sebuah simbol budaya negeri Prancis, ini memang berasal dari negara yang terkenal akan Menara Eiffel tersebut atau justru bukan. Karena ada sebagian yang menyebutkan bahwa roti panjang ini telah dibawa ke negara Prancis dari negara Austria. Namun hal itu juga sedikit terbantahkan karena ada sebuah bukti bahwa orang-orang Prancis ternyata sudah mulai mengonsumsi baguette sejak dari zaman pemerintahan Louis XIV, yang dimana hal itu juga menandakan bahwa roti Baguette ini pun sudah ada di negeri mode tersebut sejak pada tahun 1800-an.

Baguette, Simbol Kuliner Prancis yang Diatur Khusus dalam Décret Pain

Lalu mengapa Google ikut merayakan ‘hari kelahiran’ dari baguette yang jatuh pada tanggal 13 September ini? Jawabannya adalah karena pada tahun 13 September 1993. Saat itu akhirnya pemerintah Prancis pun mengeluarkan sebuah Décret Pain, yang dimana didalamnya mengatur sebuah pengolahan baguette. Bahkan tidak main-main, karena semuanya hingga detailnya pun sudah ditentukan didalamnya. Mulai dari soal beratnya yang wajib berada di sekitar 250 gram, kemudian panjang dari Baguette yang harus sekitar 65 centimeter, dengan lebar sekitar 5-6 centimeter, serta tinggi pun harus sekitar 3-4 centimeter.

Selain detail pembuatan Baguette itu, aturan ini pun juga untuk memastikan bahwa baguette hanya boleh mengandung empat buah bahan utama: tepung terigu, air, garam serta ragi. Di dalam Décret Pain pula dijelaskan bahwa baguette pun juga tidak boleh dibekukan, selain itu tidak boleh ada kandungan zat adiktif didalamnya atau pun bahan-bahan pengawet. Asumsinya adalah baguette pun harus dibuat untuk dapat disantap dalam kurun waktu 24 jam saja.

Dari sekian banyak kisah unik mengenai baguette, yang paling menarik adalah ketika diadakannya kualifikasi Euro 2016 pada beberapa waktu yang lalu. Saat itu pihak Austria akhirnya memastikan diri untuk lolos menuju Prancis. Dan untuk merayakan serta menunjukan tanda kepuasannya, pelatih Timnas Austria, Marcel Koller pun mengenakan sebuah topi baret khas negara Prancis sembari melahap sebuah baguette ketika sedang melakukan konferensi pers.