2 Desa Wisata di Malang dengan Harga Hunian Bersaing

2 Desa Wisata di Malang dengan Harga Hunian Bersaing

KabarDunia.com Karena banyaknya destinasi wisata alam atau buatan dan kemudian dikenal sebagai “poros wisatanya” Jawa Timur, Kota Malang berusaha mempertahankan label tersebut dengan terus  mengembangkan sektor ini. Salah satunya adalah mengembangkan Desa Wisata.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk melihat beberapa potensi wisata di bebeerapa daerah di Malang. Jika potensi tersebut mendukung, tentu bukan hanya wisatanya saja yang akan dikenal baik oleh dunia, tetapi juga akan memberikan dampak baik bagi masyrakat setempat seperti meningkatkan kesejahteraan sosialnya.

Selain ingin mengembangkan sektor pariwisata, mengenalkan budayanya dan meningkatkan kesejahteraan sosial, tujuan lain dari Desa Wisata di Malang adalah mempromosikan kepada turis atau pendatang bahwa beberapa Desa Wisata ini memiliki harga rumah dijual di Malang dengan harga murah atau aksesibilitas mudah.

Nah, Desa Wisata apa saja yang memenuhi kriteria di atas? Berikut adalah daftarnya.

  1. Desa Wisata Gubugklakah

Desa ini terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa yang bisa kerap disebut Desa Apel ini memiliki jumlah 3.734 penduduk, tidak terlalu terjauh dari pusat kota karena hanya berjarak 23 km.

Desa ini dikelola oleh Lembaga Desa Wisata (Ladesta) Gubugklakah. Lembaga ini bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dan telah menghasilkan beberapa kegiatan pengembangan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Desa Wisata ini, di antaranya adalah perkembangan pada wisata alam dan buatannya.

Sebut saja beberapa dari mereka seperti Coban Pelangi, Gunung Sari Sunset, Coban Bidadari, Ndayungadventure, dan Riber Tubing Pelangi. Wisata-wisata ini dirawat setiap harinya sehingga kebersihannya pun terjaga. Harganya juga terjangkau.

coban bidadaru gubukklakah

Desa Gubugklakah juga menjadi salah satu akses menuju kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Karena berada di pegunungan, suhu rata-rata di sana hanya berkisar 20 hingga 22 derajat celcius, kebayang kan dinginnya seperti apa?

Untuk urusan hunian, harga hunian di Desa Wisata ini tidak jauh berbeda dengan harga rumah dijual di Malang. Menurut data di Lamudi.co.id harganya masih menginjak Rp 8.850.000 per meter persegi. Dengan harga Rp 200 hingga 300 juta saja, pendatang sudah membeli satu rumah yang hanya berjarak 5 km dari tempat wisata yang telah disebutkan di atas. Kapan lagi bisa memiliki rumah dekat dengan tempat wisata, kan?

  1. Desa Wisata Pujon Kidul

Desa ini berada di Kecamatan Pujon, Malang. Walau berjarak sekitar 1 jam dari pusat kota, tetapi akses yang ditempuh menuju desa ini cukup mudah karena memiliki beberapa jalur alternatif.

Desa ini dikenal akan wisata buatannya. Pengunjung akan dimanjakan dengan outbond, paintball, ATV, dan panahan. Selain itu, belajar bertani dan beternak juga terdapat di sana.

Selain wisatanya, desa ini juga dikenal sebagai wilayah kuliner Kabupaten Malang. Banyak tempat kuliner dan kafe dibangun dengan pemandangan alam. Salah satunya adalah Kafe Sawah, kafe ini sudah menjadi destinasi wajib bagi pengunjung saat datang ke Desa Pujon Kidul.

cafe sawah pujon malang

Sekadar informasi, rumah dijual di Malang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 200 jutaan. Harga tersebut tidak jauh berbeda dengan harga rumah di Kecamatan Pujon. Namun, rumah di desa ini rata-rata sudah berkonsepkan villa karena memang kedekatannya dengan tempat wisata.

Desainnya pun masih banyak yang menggunakan nuansa Etnik Jawa. Walau menggunakan desain lokal, kesan modern tetap terlihat jelas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hunian yang dijual di Desa ini sama bagusnya dengan rumah dijual di Malang.