Mengunjungi Wendit, Pemandian Alami yang Penuh Mitos dan Tradisi

sejarah Wendit, Pemandian Alami yang Penuh Mitos dan Tradisi

KabarDunia.com – Jika anda sedang berkunjung ke kota Malang, tentu tak ada salahnya untuk mencoba mengunjugi lokasi wisata Pemandian Wendit yang terletak di kabupaten Malang. Pemandian Wendit sendiri merupakan salah satu areal kolam renang yang menyuguhkan perpaduan antara areal kolam renang natural dan modern.

Saat pertama kali anda mencoba memasuki tempat wisata ini, anda akan disuguhkan dengan suasana alam yang teduh, tak hanya itu saja di Pemandian Wendit ini anda juga bisa melihat ribuat monyet liar yang berlari kesana kemari. Yap, selain dikenal sebagai lokasi pemandian dan sumber mata air, Wendit memang selama ini juga cukup dikenal akan banyaknya monyet liar yang menghuni didalamnya.

Mengunjungi Wendit, Pemandian Alami yang Penuh Mitos dan Tradisi
Setelah menyusuri jalanan menurun sekitar 50 meter, anda akan mulai memasuki lokasi pemandian Wendit yang sebenarnya. Dimulai dengan memasuki sebuah gapura berbentuk kepala kala ijo anda langsung disuguhkan dengan sebuah monumen pesawat bekas perang dulu. melangkah kedepan lagi anda bakal mulai melihat sebuah kolam alam yang cukup luas. berbeda dengan kolam renang pada umumnya disini. tanpa dilapisi keramik pada bagian bawahnya anda bakal bisa merasakan sensasi renang dari sumber air langsung, tak hanya itu disini pun anda juga bisa melihat ikan-ikan kecil yang seolah ikut berenang dengan anda.

Tak hanya kolam alam saja, di pemandian wendit anda juga bisa menemukan beberapa jenis kolam yang lainnya. seperti misalnya kolam gelombang dan arus. dimana dalam kolam ini anda bisa berenang melawan arus buatan layaknya sperti disungai. selain itu ada juga sebuah kolam waterboom. Disini anda bisa berenang sembari bermain berbagai wahana permainan air yang disediakan didalamnya.
Mengunjungi Wendit, Pemandian Alami yang Penuh Mitos dan Tradisi (2)
Pemandian wendit ini pun juga mempunyai sejumlah mitos yang mengiringinya, salah satunya adalah masalah panjang umur dan enteng jodoh. Entah siapa yang memulai dan benar atau tidaknya namun hal ini pun juga terlihat saat pada hari Minggu lalu (10/4), Masyarakat suku Tengger Bromo yang berada di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang sampai harus harus menggelar upacara Grebeg Tirto Aji di pemandian yang menjadi sumber air PDAM juga ini.

Masyarakat Tengger sendiri menyebutkan bahwa upacara Grebeg Tirto Aji tersebut merupakan sebuah wujud dari keteguhan mereka dalam menjaga tradisi para leluhurnya. Pada Upacara Grebeg Tirto Aji ini pun dihadiri oleh para sesepuh serta masyarakat Suku Tengger yang berasal dari 7 desa yang berada di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

Mereka pun hadir secara rombongan, mirip acara arak-arakan karnaval lengkap dengan sejumlah hiasan dengan menggunakan baju adat mereka yang berwarna hitam. Upacara ini pun ditanda dengan pengambilan air dari salah satu mata air bernama Sendang Widodaren yang ada didalam areal pemandian Wendit.
grebeg tirto aji
Prosesnya hampir mirip dengan prosesi ritual seperti biasa, usai membaca doa-doa, mereka pun menaburinya sumber air tersebut dengan bunga. Setelah itu, sembari diiringi dengan bacaan doa, para wanita yang didandani layaknya para bidadari ini pun lalu menyerahkan kendi yang telah berisi air sumber sendang widodaren tersebut kepada sesepuh suku Tengger.

Usai prosesi acara ini, masyarakat Tengger yang hadir disana pun bergantian mengambil air yang ada di sendang tersebut dan bergantian meminumnya, tak hanya untuk diminum, air dari sendang widodaren ini pun nantinya juga bakal mereka bawa ke ladang mereka. hal ini tak lepas dari kepercayaan masyarakat tengger yang percaya bahwa air suci dari sendang sidodaren ini bisa memberikan hal yang positif kepada kehidupan mereka terutama untuk kesuburan tanah, mengingat sebagian besar dari mereka mengandalkan cocok tanam sebagai pekerjaan mereka.