Mengetahui Fakta Dibalik Pertanyaan Siapakah Lucy si Australopithecus?

Mengetahui Fakta Dibalik Pertanyaan Siapakah Lucy si Australopithecus

KabarDunia.com Selasa ini (24/11) Google menandai penemuan “Lucy” 41 tahun silam dengan Google Doodle, namun taukah anda Siapakah Lucy si Australopithecus? jika anda penasaran tentang Siapakah Lucy si Australopithecus itu, ini penjelasan singkatnya Lucy si Australopithecus yakni sebuah kerangka yang berhasil ditemukan 41 tahun yang lalu di kawasan Ethiopia yang dimana membantu para ilmuwan untuk memahami evolusi dari kera ke manusia bipedal.

Hari ini gambar Doodle pun menampilkan sebuah animasi evolusi manusia mulai dari jaman dulu hingga akhirnya menjadi manusia modern seperti yang ada sekarang ini. Namun anehnya begitu animasi tersebut di klik maka Google justru seolah bertanya Siapakah Lucy si Australopithecus,”. hal ini tentu sangat membingungkan, mengingat hampir semua orang mengandalkan Google untuk menemukan jawaban berbagai hal, namun ketika kita mencari tahu tentang Siapakah Lucy si Australopithecus, Google justru berbalik bertanya
Mengetahui Fakta Dibalik Pertanyaan Siapakah Lucy si Australopithecus 2
Animasi Google Doodle sendiri pada hari ini merujuk pada gambaran evolusi manusia yang mana dimulai dari seekor simpanse hingga akhirnya menjadi seorang manusia. ketika anda coba untuk meng-klik gambar itu, maka anda bakal langsung diarahkan menuju sebuah laman hasil pencarian yang dimana merujuk kepada sebuah pertanyaan “Siapakah Lucy si Australopithecus?”

Ternyata, pertanyaan balik yang diajukan Google itu sebenarnya adalah sebagai cara unik Google untuk memperingati hari penemuan fosil Australopithecus afarensis yang telah dinamai “Lucy” oleh sang penemunya. Fosil Lucy ini sendiri ditemukan 41 tahun yang lalu di kawasan Hadar, Lembah Awash, Depresi Afar, Ethiopia atau yang lebih tepatnya disekitar daerah pula Hadar pada tanggal 24 November 1974. Dan sosok yang telah berhasil menemukan fosil ini Adalah Donald Carl Johanson,.