Tak Kunjung Laku, Twitter Bakal Kembali Berhentikan Ratusan Karyawan

Tak Kunjung Laku, Twitter Bakal Kembali Berhentikan Ratusan Karyawan

KabarDunia.com – Tak kunjung lakunya Twitter rupanya kini mulai menujukkan dampaknya, Hal ini terlihat saat beredarnya isu PHK yang bakal dilakukan oleh perusahaan berlogo burung biru tersebut. Menurut informasi yang didapat, ada ratusan pekerja yang kini terancam PHK dan tak menutup kemungkinan terus berlanjut.

Seperti yang diberitakan oleh Reuters, pada Selasa, 25 Oktober 2016, berhembus isu bahwa Twitter bakal kembali PHK ratusan karyawannya. PHK para pekerja Twitter ini sendiri disebut-sebut bakal dilaksanakan pada kuartal ketiga tahun ini sebelum pembacaan laporan laba perusahaan yang bakal jatuh pada hari kamis ini.

Rencana perusahaan berlogo burung biru ini untuk memangkas jumlah karyawannya ini tentu bukan yang pertama kalinya. Karena sebelumnya, Twitter juga telah meberhentikan sebanyak 336 karyawan. Padahal saat itu, media sosial ini baru saja berganti pemimpin, dari sosok Dick Costolo ke Jack Dorsey.

Hingga kini sendiri masih belum ada kejelasan informasi mengenai kapan rencana PHK ini dilakukan. Namun berdasarkan analisis Reuters, Twitter terpaksa mem-PHK karyawan mereka karena tak kunjung jelasnya nasib dari perusahaan tersebut. Terlebih lagi sudah banyak calon pembeli yang akhirnya membatalkan rencana mereka untuk membeli perusahaan ini.

Twitter sendiri memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$12,76 miliar dengan status kehilangan mencapai US$400 juta/tahun, Tentu hal ini membuat calon para pembeli berpikir berkali-kali untuk mengakuisisinya mengingat mahalnya harga yang harus mereka bayar.

Sebelumnya, perusahaan ini pun juga telah memberi tanda bahwa pihaknya bakal memberhentikan sebagaian karyawan mereka yang berada di kantor pusat pengembangan yang berada di Bengaluru, India.

Hingga saat ini, jumlah total dari karyawan Twitter sendiri secara global ada sekitar 3.860 orang. Jumlah ini tentu akan semakin berkurang saat pengumuman pemberhentian pada Kamis ini.