Oblak Jadi Tembok Tebal, Derby Madrid Imbang

Oblak Jadi Tembok Tebal, Derby Madrid ImbangRonaldo yang dijaga ketat pada Derby madrid tadi malam

KabarDunia.com Atletico Madrid gagal menggunakan keuntungan bermain di kandangnya sendiri di Vicente Calderon untuk memenangkan Derby Madrid. Skuat dari asuhan Diego Simeone itu akhirnya ditahan imbang oleh Real Madrid 0-0 pada laga leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (15/4/2015) dini hari WIB. Atletico tetap mempunyai kesempatan untuk lolos kendati pada leg kedua kelak akan dimainkan di Santiago Bernabeu, pada 23 April mendatang.

Bermain di kandangnya, Atletico Madrid justru seolah tertekan pada 10 menit pada babak pertama di Derby madrid ini. Lini tengah Real Madrid yang ditempati oleh Luka Modric, Toni Kroos, serta James Rodriguez jauh lebih banyak menguasai bola ketimbang empat gelandang milik Atletico, yakni Arda Turan, Mario Suarez, Gabi, serta Koke. Pergerakan dari trio BBC, yaitu Karim Benzema, Gareth Bale, serta Cristiano Ronaldo pun juga sering merepotkan lini belakang dari tuan rumah.

Setidaknya ada tiga kesempatan yang berhasil diperoleh Madrid pada 10 menit pertama di Derby Madrid ini. Pertama ada di menit ke-2, bola sepakan dari Daniel Carvajal ternyata dengan mudah ditangkap oleh kiper Jan Oblak. Baru semenit berselang, kesempatan emas pun didapat oleh pemain asal Wales, Gareth Bale. Tetapi, sayang sepakan Bale tetap bisa dibendung oleh Oblak walau tinggal satu lawan satu. Pada menit 9, kali ini giliran dari tendangan bebas yang dilakukan Ronaldo ke arah pojok kanan bawah gawang, sayang tembakan keras milik Ronaldo bisa ditangkap Oblak.

Oblak sangatlah tampil gemilang pada laga ini. Dua kali penyelamatan gemilang kembali dibuat oleh kiper berumur 22 tahun itu. Di menit 31, Oblak juga berhasil mementahkan sebuah tendangan Bale keras dari luar kotak penalti. Baru lima menit berselang, kali ini giliran tendangan melengkung yang dilepas oleh Rodriguez ke pojok kiri gawang bisa dengan tangkas ditepis oleh Oblak. Skor 0-0 bersikukuh sampai turun minum.

Pada babak kedua Derby madrid, Atletico Madrid langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Akhirnya pada menit 49, serangan Atletico berhasil mengancam gawang Madrid yang dikawal oleh kiper Senior, Iker Casillas. Tapi sayang, tandukan dari Arda Turan yang menyambut umpan manis Juanfran justru menyamping di segi kiri gawang Casillas.

Insiden berdarah terjadi pada menit ke-51 Derby Madrid. Pelipis dari striker jangkung Atletico Madrid, Mario Mandzukic sobek serta berdarah seusai terkena sikut oleh bek Madrid Sergio Ramos dalam sebuah perebutan bola di udara. Mario Mandzukic pun melancarkan protes keras terhadap wasit. Tetapi, protes keras tersebut tidak ditanggapi oleh wasit Milorad Mazic.

Atletico yang untuk sementara terpaksa bermain hanya dengan 10 pemain sebab Mandzukic masih memperoleh perawatan di luar lapangan. Seusai empat menit, striker yang bertubuh jangkung itu baru kembali ke lapangan.

Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan Derby Madrid. Susahnya untuk menembus lini pertahanan dari Atletico membikin Toni Kroos sedikit frustasi dan mencoba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tapi sayang. sepakan keras gelandang asal Jerman itu pada menit ke-58 ternyata tetap mudah ditangkap kiper Atletico, Oblak, yang seolah bagaikan tembok tebal pada pertandingan kali ini.

Pertandingan Derby Madrid pun berlanjut dengan tempo yang cepat serta ketat. Di menit 62, Mandzukic akhirnya melanggar Daniel Carvajal di kotak penalti Madrid. Tidak terima atas kejadian itu, Carvajal pun melepaskan sebuah pukulan ke perut Mandzukic. Tetapi, insiden ini justru tidak terlihat oleh wasit.

Pergantinan pemain dilakukan oleh Madrid di menit 76. Pelatih Carlo Ancelotti coba memainkan Isco untuk menggantikan peran Karim Benzema. Semenit berselang, kali ini giliran Atletico yang mengganti para pemainnya. Pelatih Diego Simeone pun menarik keluar Pemain asal Perancis Antoine Griezmann dengan Raul Garcia.

Pada menit ke-81, sebuah aksi dari Arda Turan melalui sejumlah pemain Madrid yang berujung pada umpan ke segi kanan kotak penalti. Tetapi, sayang bola langsung dipotong oleh Carvajal sebelum jatuh ke kaki Koke. Turan pun seolah tampak kesal.

Pada menit ke-83 Derby Madrid, Fernando Torres pun masuk menggantikan Koke. Masuknya Torres membikin serangan dari Atletico lebih berbahaya. Di lima menit akhir, Atletico justru semakin menggempur pertahanan Los Blancos. Pada menit 90, Casillas pun menggagalkan peluang Torres yang kembali berujung sepak pojok. Dua menit berselang, akhirnya serangan balik Madrid mengancam Atletico. Tetapi, sebuah tendangan Ronaldo tetap bisa diamankan Oblak.

Kesempatan terakhir Derby Madrid pun didapat Atletico di menit ke-90+3. Tetapi, sebuah umpan lambung ke kotak penalti dengan cermat dapat disundul oleh Raphael Varane. Apabila saja lolos, Mandzukic yang telah berdiri leluasa di belakang Varane telah siap untuk menyambut umpan tersebut. Laga pun akhirnya berakhir dengan skor 0-0.