PBR bakal Merger dengan Persipasi Bekasi?

PBR bakal Merger dengan Persipasi Bekasi

Dejan Antonic pelatih PBR

KabarDunia.com Bagi klub Pelita Bandung Raya (PBR), QNB League musim ini bakal terasa berbeda. Pasalnya tim yang berjuluk Boys are Back tersebut bakal pindah markas dari Bandung.

Kim Jeffrey Kurniawan serta kawan-kawan bakal mempunyai home base baru di kota Bekasi serta diperkirakan bakal memakai Stadion Patriot sebagai tempat dihelatnya laga kandang mereka. Dejan Antonic, Pelatih PBR, membenarkan soal hal tersebut. Tetapi lengkapnya semacam apa, Dejan mengaku belum mengetahuinya dengan cara pasti.

“Iya kami bakal ke Bekasi. Saya tak tahu kapan tapi pasti, mungkin malam ini akan dibahas kapan rencana kami pindahnya. Kami harus lihat besok sebab PBR menit terakhir suka sekali berubah,” kata Dejan.

Dejan yang juga mantan  pelatih Tim Nasional Hongkong ini membahas dia tak dapat berbuat banyak serta menyerahkan keputusan terhadap manajemen. “Saya tak tahu semacam apa di Bekasi. Itu urusan orang lain (manajemen). Saya hanya fokus ke pemain sama pertandingan,” jelasnya.

Disinggung mengenai tanggapan pemain sendiri soal keputusan ini, Dejan membicarakan pasukannya tak mempermasalahkan jika pindah ke Bekasi. “Pemain telah oke, tak ada masalah,” tutup pelatih asal Serbia ini.

Sebelumnya Engkus Prihatin, Ketua Umum klub Persipasi Kota Bekasi berbicara bahwa PBR serta Persipasi telah mencapai kesepakatan “merger” serta mempunyai alternatif penggantian nama klub, walau hingga sekarang tak ada titik terang terkait faktor tersebut.

Isu tersebut akhirnya sampai ke telinga para pendukung dari PBR. Reaksi keras pun ditunjukan oleh para pendukung dengan mengancam bakal “menarik pasukan” serta tak bakal mendukung PBR lagi.

“Fans telepon saya, katanya kalau kami (PBR) ganti nama, mereka tak mau dukung PBR lagi. Tapi kalau tetap dengan kota Bandung mereka semua masih mau dukung,” ujar Pelatih PBR, Dejan Antonic.

Namun Dejan sendiri tak mengetahui faktor tersebut secara tentu sebab tak ada pembicaraan dengan pihak manajemen. “Saya disini hanya sebagai pelatih. Saya tak tahu kalau mau bikin baru ataupun ganti,” tuturnya.

Menurut mantan pelatih Timnas Hongkong ini, keberadaan dari suporter sangat berpengaruh untuk suatu  tim sepak bola khususnya klub semacam PBR yang mayoritas berisikan para pemain muda. “Kita tak mempunyai banyak suporter. Tapi buat kami suporter sangat berarti. Semacam buat pemain muda itu penting sekali untuk support,” ucapnya.