Dibobol Striker Porto, Timnas Indonesia Gagal Taklukkan Kamerun

Dibobol Striker Porto, Timnas Indonesia Gagal Taklukkan Kamerun

KabarDunia.com Timnas Indonesia harus puas setelah menelan kekalahan 0-1 kala menjamu Kamerun di Stadion Gelora Deltras Sidoarjo, Pada Rabu malam (25/3/2015). Gawang Indonesia yang kali ini dikawal I Made Wirawan bobol sebab aksi ciamik striker Kamerun yang membela klub liga Portugal, Porto, Vincent Aboubacar di menit ke-41.

Timnas Indonesia sendiri memainkan pola 4-4-2 ketika menghadapi lawannya Timnas Kamerun dalam laga uji coba internasional yang diselenggarakan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu 25 Maret 2015. pada pertandingan ini, Boaz Solossa dipercaya oleh pelatih Benny Dolo untuk menjadi kapten bagi Timnas Indonesia.

Namun dalam pertandingan ini, Bendol ternyata menurunkan empat orang penyerang walau ia menggunakan skema 4-4-2, ini artinya baik Zulham Zamrun serta Tantan mengawal sisi sayap skuat Garuda.

Di menit ke-10 kerja sama apik antara Boaz serta Tantan di sisi kiri pertahanan timnas Kamerun nyaris saja membuahkan gol, tapi sayangnya umpan yang dilepaskan oleh pemain Persib Bandung itu tidak dapat dimanfaatkan dengan oleh Cristian Gonzales.

Lima menit kemudian, Kamerun memberikan sebuah tes terhadap I Made Wirawan saat Leonard Kweuke melepaskan sebuah tendangan dari luar kotak penalti, tapi bola justru masuk ke dalam dekapan Made. Cobaan kembali didapatkan oleh penjaga gawang Persib tersebut. kemudian tiga menit berikutnya ia sukses menghalau sepakan Leonard. Keroposnya lini pertahanan timnas Indonesia sangat terlihat ketika Vincent Aboubacar mencoba membuka angka melalui tendangan jarak jauhnya, beruntung saja laju bola hanya menyamping ke sisi kanan gawang Made.

Memasuki pada ke-24, Volker Finke yang menggantikan Leonard yang saat itu mengalami persoalan pada otot paha serta memasukan Frank Etoundi. Sepuluh menit menit kemudian, gawang timnas yang dijaga oleh Made akhirnya bobol juga. Melambatnya lari dari bek kanan, Hasyim Kipuw mengakibatkan suatu tusukan dari sisi sayap kanan lewat Henri Bedimo yang berhasil dimaksimalkan oleh Vincent Aboubacar. Sementara itu, timnas Indonesia sendiri terkesan kebingungan dalam membongkar pertahanan tim tamu Kamerun, absennya sang pengatur serangan macam Firman Utina membikin serangan mereka seolah tidak terarah.

Di menit 41 lagi-lagi gawang Indonesia nyaris bobol untuk kedua kali ketika suatu  umpan dari Enoh Eyong diterima oleh kaki Arnaud Ndi, untungnya Made Wirawan tetap sigap mengawal daerah pertahanannya. Sampai peluit babak pertama, skor 0-1 masih terpampang di papan skor Gelora Deltras Sidoarjo.

Di babak kedua, Indonesia mencoba memberikan darah segar dengan mengganti Yohanis Tjoe dengan Fachrudin. Mendominasi dari segi fisik dan stamina, pasukan Kamerun kerap kali melakukan umpan satu-dua serta dalam jeda dua menit Indomitable Lion berhasil memperoleh dua buah kesempatan untuk mencetak gol. Baru pada menit ke-54 Indonesia akhirnya punya sebuah kesempatan emas. Memperoleh umpan cantik di kotak penalti Kamerun, Zulham Zamrun yang berdiri bebas, sedikit mencoba untuk mengontrol bola kemudian ia melepaskan tendangan keras namun bola masih melenceng dari sasaran.

Menit ke-61, Kamerun mencoba menambah intensitas serangan mereja serta membuat jantung suporter timnas Indonesia dibuat merasa dag-dig-dug ketika berkali-kali Aboubacar Cs mencoba memberikan ujian terhadap sang kiper, Made Wirawan. Di menit ke-62,  kamerun melakukan sebuah tendangan chip tetapi Made Wirawan masih dapat menghalaunya. Demi menambah  kreasi serangan yang dibangun, Benny Dollo akhirnya memasukkan Ferdinand Sinaga untuk menggantikan Cristian Gonzales yang mulai kelelahan, kemudian mengganti I Gede Sukadana dengan pemain naturalisasi, Raphael Maitimo serta Tantan yang digantikan oleh Bayu Gatra.

Keputusan Bendol tersebut langsung berbuntut positif ketika Ferdinand Sinaga langsung berhasil memperoleh kesempatan pada sentuhan pertamanya ketika menerima umpan dari Hasyim Kipuw, tapi juru gedor asal Sriwijaya FC itu belum dapat membobol Fabrice Ondoa melalui tandukannya.

Menit 80, suatu  kesalahan dari lini belakang timnas Kamerun yang berakhir dengan bola yang bergulir ke arah kaki Boaz Solossa, kapten timnas Indonesia itu kemudian berlari serta mengirimkan sebuah umpan untuk Bayu Gatra yang lalu diteruskannya terhadap Ferdinand Sinaga namun kali ini operan yang diberikan justru terlalu dekat dengan kiper kamerun.

Memasuki sisa lima menit akhir pertandingan, Kamerun yang mencoba untuk memberikan tekanan secara intens terhadap timnas Indonesia serta itu memang terbukti ketika Henri Bedimo yang sukses melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang lalu melambung di atas mistar gawang yang dijaga, Made Wirawan. Bahkan bek sayap dari Kamerun, Bitolo Oyongo dapat bergerak leluasa pada lini pertahanan timnas serta membikin Made harus berjibaku supaya skor tidak kembali bertambah.

Di menit-menit akhir babak kedua, Vincent Aboubacar nyaris saja memperbesar keunggulan untuk negaranya ketika ia sukses menendang bola dari sisi kanan pertahanan kotak penalti timnas serta si kulit bundar berhasil melalui sergapan I Made tetapi beruntung saja bola hanya membentur mistar atas gawang. Sampai laga berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Kamerun bersi kukuh sampai laga usai.