Ini Permainan Luar Rumah Yang Hampir Hilang

Permainan yang hampir hilangKabarDunia.com Jika menengok ke pelosok desa, kita pasti akan mendapat suasana yang berbeda, udara yang jauh lebih segar, pemandangan yang begit hijau, ramah tamah para penduduk setempat, seta panganan khas daerah tempat tersebut.

Keadaan yang seperti ini jarang sekali kita dapatkan di daerah ibu kota, seperti Jakarta, Surabaya atau kota besar lainnya. Banyak diantara kita merindukan panganan khas yang unik yang sering kita temukan di tahun 90 an. Saat dimana kita masih sering menjumpai anak kecil bermain dengan permainan tradisional, bukan permainan dengan menggunakan kecanggihan alat.

Ada beberapa permainan tradisional yang hamper hilang dikalangan anak anak perkotaan, permainan yang mengutamakan kerja sama kelompok serta kekompakan untuk memenangkan permainan.

Obak slodor , tahukah anda tentang permainan ini ? pernahkan anda memainkan permainan ini ? atau pernahkah anda mengajarkan permainan ini kepada anda ? Mungkin menceritakannya saja kepada anak anak kita hamper tidak pernah. Para orang tua lebih memilih kesibukan mereka dengan pekerjaan dan menduakan saat saat bersama anak, orang tua yang kurang bijak hanya memberi sebuah kecanggihan alat elektronik atau gadget untuk menghibur anak anaknya dengan permainan yang alat tersebut miliki.

Obak slodor adalah sebuah permainan yang terdiri dari 4 sampai dengan 5 orang dalam sebiuah kelompok. Dalam permainan ini terdapat dua kelompok yang harus bermain dalam bidang kotak begaris. Terdapat kelompok yang harus berjaga di garis bidang, da nada kelompok yang harus menerobos penjagaan garis bidang. Kelompok yang tertangkap atau yang terterobos garis bidang penjagaan di garis akhir adalah kelompok yang kalah, diperlukan kerjasama dalam permainan ini, satu garis pertahanan saja ada yang lengah, siap siap kelompok yang kal;ah harus mengggendong kelompok yang menang.

Mungkin bagi anda yang terlahir ditahun sembilan puluhan, pernah menjumpai permainan tradisional ini, atau juga pernah memainkannya bersama teman teman sebayanya saat itu. Akankah anak kita hidup sendiri dengan gadget yang mereka miliki ? atau mengajarkan kepada mereka arti kebersamaan dan kekompakan bersama teman temannya.

Mari ! bersama sama galakkan gerakan “ayo bermain diluar”, bukan “bermain individual di dalam.”