Bukan Masalah Rp.200 per Kresek, Tapi Ini Bahaya Kresek Bagi Kehidupan

Bukan Masalah Rp.200 per Kresek, Tapi Ini Bahaya Kresek Bagi Kehidupan

KabarDunia.com – Beberapa hari terakhir sejak diberlakukannya aturan komersialisasi ‘tas kresek’ beragam tanggapan pro kontra muncul di media sosial. seperti misalnya tulisan dari salah seorang netizen yang menuduh bahwa pemerintah telah dzalim kepada rakyatnya karena menarik biaya 200 rupiah untuk setiap tas kresek yang dipakainya setiap beli di swalayan atau supermarket. netizen tersebut beranggapan tas kresek yang disediakan oleh supermarket tersebut sudah termasuk plastik yang mudah hancur tidak seharusnya berbayar terlebih lagi menjatuhkan biaya tersebut kepada konsumen. menurutnya masih lebih berbahaya kantong minyak goreng yang jauh lebih tebal jika dibandingkan dengan tas kresek terset.

Tak hanya itu saja ada banyak pula beberapa curhatan masyarakat yang menjadi viral mengenai keberatan mereka untuk membayar 200 rupiah tiap kantong plastik yang dipakai. Namun dibalik itu semua ada banyak juga netizen yang menganggap bahwa 200 rupiah itu terlalu murah dan kebijakan pemerintah ini tidak akan berjalan dengan baik mengingat dengan jumlah segitu masih sangat terjangkau, mereka pun meminta untuk segera dinaikkan berkali-kali lipat agar masyarakat lebih peduli dan mulai belajar untuk membawa dan menyimpan tas kresek sendiri.

Terlepas dari itu semua, tas kresek memang layaknya sebuah bom waktu, tak mudah hancur begitu saja dan pemakaiannya yang terlalu banyak membuat sampah kresek tak bisa dihindari lagi. terlebih lagi ada banyak sekali orang yang suka membuang sampah kresek mereka sesuka hati tapa melakukan pemilahan terlebih dahulu. beberapa gambar dibawah ini mungkin bisa menjadi renungan lagi mengenai bahaya tas kresek :
mati karena tas kresek berbayar 200 pemerintah dzalim mati karena kresek kresek 200 rupiah