Benarkah Tahun Baru Imlek itu Bukan Hari Raya Agama? Ini Penjelasannya

Benarkah Tahun Baru Imlek itu Bukan Hari Raya Agama Ini Penjelasannya

KabarDunia.com – Hari ini seluruh warga keturunan Tionghoa tampak sedang riang menyambut perayaan Tahun Baru Imlek. Sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya yang ada di ibu kota sendiri mulai pagi ini juga sudah cukup terasa denyut perayaannya.

Namun tahukah anda, perayaan apakah Imlek itu sebenarnya? benarkah hari Tahun Baru Imlek bukanlah hari keagaam layaknya Lebaran atau Natal? Lalu benarkah bahwa sesungguhnya tahun baru Imlek hanyalah kebudayaan bangsa China?

Ada banyak sekali orang Budha serta Konghucu yang berdatangan menuju wihara atau klenteng pada saat perayaan Imlek. Mereka pun mendatangi tempat peribadatan tersebut untuk melakukan sembahyang serta berdoa kepada para dewa serta leluhur. Karena hal ini pula maka tak heran banyak yang mrasa kalau Imlek itu adalah termasuk perayaan keagamaan Konghucu atau Budha.

Seperti yang kita tahu, Umat Budha sendiri sebenarnya sudah memiliki hari kebesaran yakni Tri Suci Waisak. Sedangkan itu hari raya untuk umat Konghucu sendiri adalah hari lahir dari Nabi Khong Hu Cu, hari wafat, serta hari Genta Rohani.

Didi Kwartanada, Salah seorang sejarawan, mengungkapkan bahwa perayaan Imlek itu pada hakikatnya merupakan sebuah pesta rakyat orang Tionghoa yang mana hal ini sudah menjadi sebuah kebudayaan turun temurun.

“Imlek itu pesta rakyat orang Tionghoa. Ini memang seringkali diperdebatkan apalagi sejak pada jamannya Gus Dur menjabat menjadi presiden dan pun menetapkan libur untuk disetiap perayaan imlek,” jelas Didi, Jumat (5/2).

Namun, Didi pun menambahkan bahwa ketika suatu budaya yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional maka bisa dibilang Perayaan Tahun Baru Imlek ini setara seperti libur Idul Fitri, libur Natal, dan sejumlah hari besar umat agama yang lainnya.

Hal ini pun juga seolah diamini oleh Budiyono Tantrayoga, Pengamat Budaya Tionghoa. Menurutnya, perayaan tahun baru Imlek merupakan sebuah pesta rakyat orang Tionghoa yang mana bakal dirayakan selama 15 hari lamanya melalui perayaan yang bernama Cap Go Meh.

Budi pun juga menjelaskan, inti dari adanya perayaan tahun baru Imlek tak lain adalah mensyukuri anugerah yang mana telah diberikan oleh Tuhan serta memohon perlindungan pada masa mendatang. Tak hanya itu Imlek sendiri juga dijadikan sebagai momen untuk saling mengunjungi sesama kerabat. Biasanya tradisinya yang muda bakal mengunjungi kerabat yang tua, kemudian kerabat yang tua akan memberikan semacam hadiah, atau yang mana biasa disebut dengan angpao.

Sementara itu tokoh agama Budha, yakni Biksu Dutavira Mahasthavira pun menegaskan kalau perayaan Imlek itu sendiri bukan termasuk sebagai perayaan ritual sebuah agama melainkan hanya budaya Tionghoa. “Imlek telah dirayakan sejak 7 ribu tahun silam. Imlek sendiri bukanlah agama melainkan budaya yang harus selalu dirayakan demi menjaga dari nilai-nilai leluhur,” jelasnya.