Food Warrior, Bersatu Majukan Industri Kuliner Indie di Malang

Food Warrior, Bersatu Majukan Industri Kuliner Indie di Malang KabarDunia.com_Bentuk-Food-Warrior-Pelaku-Bisnis-Indie-Ingin-Majukan-Kuliner-Malang_Food Warrior

KabarDunia.com – Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Malang juga dikenal sebagai jujugan wisata kuliner karena memiliki banyak sekali tempat wisata kuliner yang patut untuk diburu. Maka jangan heran jika pertumbuhan cafe dan resto di Malang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Beruntungnya, ditengah gencarnya gempuran pendatang serta kuliner yang ada di Malang tak membuat para arek-arek asli Malang berdiam diri begitu saja. Mereka pun justru semakin tampil solid dengan membentuk Food Warrior. Lalu, sebenarnya apa itu Food Warrior?

Food Warrior merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan para pelaku industri kreatif terutama yang bergerak di bidang kuliner. Tak hanya sekedar ajang untuk berkumpul saja, terbentuknya Food Warrior ini sendiri pun juga diharapkan mampu membuat para anggotanya dapat saling berinteraksi dan belajar bersama baik itu dalam hal konsep atau masakan yang akan mereka buat.

Salah seorang perwakilan dari pihak Food Warrior pun juga menjelaskan, bahwa tujuan terbentuknya komunitas ini juga tak lain untuk mempertahankan serta memajukan industri kuliner Indie yang ada di Malang. ia pun juga mengatakan bahwa Food Warrior pun juga tanpa ragu akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pelaku industri kuliner lainnya, berbagi tips dalam pemasaran, pembentukan structural dan bisnis plan serta kerjasama antar vendor.

Saat ini sendiri, sudah ada tigabelas vendor terkenal di kota Malang yang turut bergabung dalam Food Warrior, seperti misalnya Bunch Bead, Ling-ling, Jank-jank Wings, Kalampoki, Kedaishi, Dw Coffee, Saboten, Racel Risol, Toast Story, Kauri Kithcen, Mamacis Kitchen, Warung Jobo Omah dan Kuy.

Kedepan, mereka pun juga berharap agar dapat membuat event-event besar untuk pelaku industri kuliner di Malang.