Terdengar Ledakan, Pesawat Asiana Airlines Tergelincir di jepang

Terdengar Ledakan, Pesawat Asiana Airlines Tergelincir di jepangPesawat Asiana Airlines yang tergelincir di Jepang

KabarDunia.com – Sebuah kecelakaan pesawat terjadi di kawasan Jepang. Pesawat dari sebuah maskapai milik Korea Selatan Asiana Airlines tergelincir di Bandara Hiroshima, Jepang pada Selasa 14 April 2015 malam waktu setempat. Akibatnya kurang lebih 22 orang dari total 74 penumpang mengalami luka-luka.

Seorang penumpang pun mengaku sempat mendengar suara ledakan sesaat seusai pesawat tergelincir serta keluar landasan. Tidak hanya itu saja, kabin pesawat pun berasap serta ada aroma dari sesuatu yang terbakar.

“Ada asap ketika itu serta masker oksigen pun langsung turun. banyak penumpang yang panik serta aku pikir kita akan segera mati,” ucap dari seorang penumpang Asiana Airlines terhadap NHK, semacam dimuat BBC, Rabu (15/4/2015).

Badan Keselamatan Penerbangan Jepang pun sekarang tengah menyelidiki mengenai penyebab tergelincirnya pesawat Asiana Airlines tersebut. Kapal terbang itu juga keluar jalur landasan beberapa saat seusai menapak di bandara.

Pejabat dari Kementerian Transportasi Jepang menduga bahwa roda pesawat Asiana Airlines yang terbang dari Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan itu terganjal sebuah peralatan fasilitas radio saat baru saja mendarat. Karena aparat sempat menemukan sebuah kepingan barang pada roda bagian kiri.

Selain itu, Otoritas Penerbangan Jepang juga tengah menyelidiki sebuah temuan lain di pesawat Asiana Airlines. Bagian segi kiri ekor pesawat Asiana Airlines dengan nomor penerbangan OZ162 itu ditemukan telah rusak seusai insiden.

Pihak dari Maskapai Asiana Airlines juga menyebutkan permintaan maaf terhadap para penumpang atas insiden ini. “Kami bakal terus melakukan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menanggulangi persoalan ini.”

Sebelumnya, pada Juli 2013 silam, pesawat Asiana Airlines juga sempat mengalami kecelakaan ketika mendarat di Bandara San Francisco, lantaran pada tahap ekor menghantam dinding penyangga laut. Ketika itu ada 3 orang tewas.