Digempur 100 Jet Arab Saudi, Ibu Kota Yaman Luluh Lantak

Digempur 100 Jet Arab Saudi, Ibu Kota Yaman Luluh Lantak

KabarDunia.com Perang saudara yang terjadi di Yaman berubah menjadi sebuah konflik internasional. Negara tetangga paling besar mereka yaitu Arab Saudi akhirnya memutuskan untuk melakukan invasi.

Tidak main-main, dari sebuah pemberitaan di sejumlah media lokal di daerah Timur Tengah, Arab Saudi telah mengerahkan lebih dari 100 buah pesawat tempur. Daerah yang digempur oleh negeri kaya minyak ini tak lain adalah Sanaa, Ibukota Yaman.

Dalam serangannya ke ibukota tersebut, sejumlah jet tempur Arab Saudi telah menjatuhkan beberapa bom. Mengakibatkan ibu kota Yaman, Sanaa langsung porak poranda tidak beraturan, dan korban jiwa serta luka berjatuhan.

Sejak Yaman jatuh dalam suasana konflik, Sanaa adalah salah satu pusat dari pertempuran. Sekarang kota itu telah dikuasai oleh Milisi Syiah Houthi serta loyalis dari mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang notabene adalah kubu yang sangat dikecam Arab Saudi.

Mengetahui posisinya kini kian terpojok, Pemimpin Paling atas dari Pemberontak Houthi, Abdul Malik al-Houthi pun akhirnya segera angkat komentar. Melewati sebuah stasiun televisi di Yaman, Al-Masirah, ia memastikan tak bakal gentar dalam menghadapi serangan dari pihak asing.

“Kami telah menyerukan terhadap seluruh penyerang dari luar untuk menghentikan segala serangan mereka. Kita bakal membuktikan ke mereka bahwa Yaman bakal menjadi kuburan bagi mereka yang ingin menyerang kami,” tegas al-Houthi, semacam dikutip dari CNN Jumat (27/3/2015).

Saudi memang tidak melakukan sendiri dalam operasi militer kali ini. Gempuran demi gempuran itu juga didukung penuh oleh sekutu terkuat mereka dari dunia barat, Amerika Serikat (AS).

Selain dari negeri Amerika, Paman Sam, pengaruh Arab Saudi, sukses mengundang berbagai mitranya di Timur Tengah untuk ikut dan menyerang Yaman dari udara.

“Ada 30 buah jet dari Uni Emirat Arab (UEA), 15 pesawat dari Kuwait serta Bahrain, 10 jet dari Qatar serta segelintir dari Yordania, Maroko, serata Sudan, selain itu pula ditambah juga bantuan angkatan laut dari Pakistan serta Mesir,” ujar seorang penasihat Militer Arab Saudi.

Beberapa waktu belakangan ini, negara di ujung selatan dari Semanjung Arab itu sedang diterpa konflik sektarian yang telah menelan ribuan korban jiwa.

Tidak hanya korban jiwa, dampak dari perselisihan tanpa henti tersebut, politik di Yaman menjadi tidak stabil. Puncaknya, Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dipaksa lengser dari posisi orang nomor satu di negara ini.