Tak Kunjung Deklarasi Merdeka, Spanyol Ultimatum Catalonia

Tak Kunjung Deklarasi Merdeka, Spanyol Ultimatum Catalonia KabarDunia.com_Tak-Kunjung-Deklarasi-Merdeka-Spanyol-Ultimatum-Catalonia_Catalonia

KabarDunia.com – Bola panas tentang referendum kemerdekaan Catalonia rupanya terus menggelinding. Pihak Spanyol yang diwakili oleh perdana menteri mereka, Mariano Rajoy, memberikan ultimatum kepada Catalonia untuk segera mengambil sikap terkait kemerdekaannya dalam lima hari kedepan.

“Kabinet telah sepakat bertanya secara formal kepada pihak pemerintahan Catalonia guna segera mengonfirmasi apakah mereka telah mendeklarasikan kemerdekaannya, mengingat selama ini adanya kesimpangsiuran,” jelas Rajoy.

Rajoy pun juga mengatakan bahwa pihak Spanyol memberikan waktu selama lima hari, Pada hari Senin (16/10) mendatang pada pukul 10.00 waktu setempat, agar pemerintah Catalonia segera memberikan jawaban.

Jika memang Catalonia benar-benar memilih untuk mendeklarasikan kemerdekaannya, maka Rajoy pun memberikan waktu tambahan lagi selama tiga hari hingga Kamis (19/10) pukul 10.00 waktu setempat, guna kepastian akhirnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh sejumlah media, langkah ini diambil Spanyol karena banyaknya informasi simpangsiur mengenai kemerdekaan Catalonia.

Carles Puigdemont, selaku Presiden Catalonia sendiri diketahui telah menandatangani sebuah dokumen yang berisi deklarasi kemerdekaan Catalonia pada hari Selasa (10/10) malam.

Namun tak lama setelah itu, Puigdemont meminta kepada parlemen agar menunda deklarasi kemerdekaan karena ingin berdialog terlebih dahulu dengan pemerintah pusat.

Sikap Puigdemont ini tentu saja membuat bingung banyak pihak, termasuk juga para warga Catalonia sendiri yang telah memilih untuk merdeka pada referendum 1 Oktober lalu.

Berdasarkan pengamatan sejumlah ahli, kini Puigdemont sendiri dalam posisi serba salah. Jika ia akhirnya mengatakan bahwa Catalonia sudah merdeka, pemerintah Spanyol diduga kuat bakal segera menerapkan Pasal 155.

Pasal 155 dalam Konstitusi Spanyol tersebut berisikan tentang pemberian wewenang kepada PM Spanyol untuk mencabut status otonomi politik yang ada pada Catalonia serta mengambil alih Catalonia.

Namun, jika pada akhirnya Puigdemont menyatakan bahwa Catalonia tidak merdeka, besar kemungkinan partai sayap kanan yang selama ini menginginkan merdeka, akan membelot.

Kehilangan Catalonia sendiri bisa dibilang sebagai pukulan telak bagi Spanyol. Hal ini tak lain karena seperlima kekuatan ekonomi Spanyol ada disana dimana angka eksport dari kawasan itu juga mencapai seperempat dari total yang ada di Spanyol.

Meskipun begitu, tidak sedikit pula perusahaan yang mulai memindahkan perusahaan mereka ke wilayah Spanyol lainnya seusai adanya referendum ini.