Awas, Kerokan Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Stroke!

Awas, Kerokan Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Stroke!

KabarDunia.com Selain batuk serta pilek, masuk angin menjadi salah satu penyakit yang seringkali ditemukan di tengah masyarakat Indonesia. Tak sedikit orang yang menduga bahwa masuk angin terjadi karena ada angin yang masuk kedalam tubuh serta membikin tubuh anda merasa kembung, pusing, sampai demam. Untuk bisa mengatasinya, Anda pun bisa memilih memakai cara pengobatan tradisional yang seringkali dilakukan oleh masyarakat yaitu kerokan.

Dikutip dari beberapa sumber, kerokan merupakan metode penyembuhan tradisional yang dilakukan dengan cara menggosokkan sebuah benda pipih ke permukaan punggung dengan cara berulang-ulang serta memakai minyak angin atau balsem sebagai medianya. Biasanya jika muncul tanda merah dianggap sebagai keluarnya angin dari dalam tubuh. Padahal sebenarnya tanda merah hasil kerokan tersebut adalah akibat pecahnya dari pembuluh darah kapiler. Sehingga kulit menjadi meradang. Tidak hanya itu saja, pori-pori yang akhirnya terbuka lebar bakal justru semakin mempermudah bakteri serta virus untuk masuk. Dan hasilnya pun dapat ditebak, semakin lama anda pun bakal mengalami berbagai komplikasi kesehatan.

Tidak hanya itu saja, saat kerokan dilakukan pada area leher, risiko untuk terkena stroke bakal semakin meningkat sebab inflamasi bakal membikin saraf yang berada di sekitarnya menjadi rusak.

Di dalam dunia medis pun, sebetulnya tidak ada istilah masuk angin. Masuk angin sendiri adalah reaksi secara alamiah tubuh ketika anda sedang mengalami kelelahan yang kemudian dikombinasikan jam makan yang kurang teratur serta kurang dalam beristirahat. Semuanya yang bercampur jadi satu di dalam tubuh serta akhirnya menyebabkan produksi gas didalam lambung yang berlebihan. Dan gas itulah yang seringkali dikira sebagai angin yang terperangkap dalam tubuh.

Setelah anda mengenal mengenai bahaya kerokan serta apa arti sebetulnya dari masuk angin menurut medis, jadi sebaiknya anda kini mulai lebih bijaksana dalam hal mengobati penyakit yang satu ini.