Salah Artikan Tut Wuri Handayani, Della JKT48 Dibully Netizen

Salah Artikan Tut Wuri Handayani, Della JKT48 Dibully Netizen 2

KabarDunia.com Salah seorang personel dari idol grup JKT 48 yang bernama Della Delila saat ini sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat dikalangan netizen yang ada di Twitter. Pasalnya, Della JKT48 ini dianggap sudah keliru dalam menyebutkan makna sebenarnya dari Tut Wuri Handayani dalam sebuah postingan statusnya pada Kamis lalu(24/9/2015).

“Dan aku juga mengenalkan budaya indonesiaa ke mereka. seperti, tut wuri handayani yg artinya walaupun beda tetap satu:),” tweet Della JKT48 saat itu, meskipun kini tweet itu sudah dihapus.

Salah Artikan Tut Wuri Handayani, Della JKT48 Dibully Netizen

Mungkin maksud dari Della JKT48 itu adalah semboyan dari Tanah Air yang lainnya yakni Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Status yang keliru itu pun membuat remaja berusia 16 tahun tersebut akhirnya menjadi bahan bullying para netizen tanah air. Tak butuh waktu lama, akhirnya Della pun membuat sebuah statement mengenai hal itu. Tetapi statement ini malah membuat dirinya semakin dicemooh oleh para netizen.

“Engga salah kok artinya:) smua orang kan beda beda cara pikirnyaaaa mandi dulu dehhhh biar pikiran ku makin berdaedah,” tweetnya lagi.

Tidak perlu waktu yang lama, tagar TutWuriHandayani pun langsung menjadi sebuah topik paling popular di Twitter. Tetapi meskipun salah, seorang artis yang juga komedian Arie Kriting pun sempat membela tweet-an Della JKT48 itu. “Dedek itu sudah susah-susah ngenalin budaya kita ke Mancanegara. Kalian bisa apa? Paling cuma bisa sikap lilin,” jelas Arie dalam tweetnya.

Tut Wuri Handayani sendiri sebenarnya adalah salah satu ajaran dari Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. yang dimana menurut sejarah berasal dari bahasa Jawa Krama Inggil `Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani`. Semboyan itulah yang diajarkan oleh Bapak Ki Hajar Dewantara sebagai sifat dasar dari pemimpin bangsa ini yang berarti `di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan niat atau kemauan, dan di belakang memberikan dorongan moral atau semangat`.