Pihak Ludwig Yakin Tak Pernah ada Pernikahan dengan Jessica Iskandar

Pihak Ludwig Yakin Tak Pernah ada Pernikahan dengan Jessica Iskandar

KabarDunia.com Sidang lanjutan dari perkara pembatalan nikah yang diajukan oleh Ludwig Franz Willibald terhadap Jessica Iskandar kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur, pada Selasa (31/03). Jessica Iskandar akhirnya turut menghadiri persidangan serta memberikan sejumlah bukti dari perkawinannya.

Meski demikian pernyataan Jessica Iskandar di pengadilan dibantah keras oleh pihak Ludwig yang melalui pengacaranya Harvardy M. Iqbal. Dalam sidang yang hanya berjalan 30 menit itu, Harvardy menegaskan kembali bahwa tak pernah ada pernikahan antara kliennya tersebut dengan Jessica Iskandar. Pihak Ludwig juga tetap berkeyakinan bahwa sejumlah kelengakapan pernikahan yang diakui oleh Jessica Iskandar tak sesuai.

“Perkawinan antara penggugat serta tergugat tak sempat terjadi, dan, sebagai saksinya, Hendri, kakak dari tergugat intervensi (Jessica Iskandar) juga mengatakan, bahwa surat pemberkatan telah jadi padahal pemberkatan tak sempat dilakukan,” ucap Harvardy.

Pihak dari Ludwig juga kembali menyoroti mengenai adanya pemalsuan dokumen di dalam persidangan kali ini. Tidak hanya itu saja saksi-saksi yang dirilis di perkawinan tersebut juga dianggap tak sesuai.
Pihak Ludwig Yakin Tak Pernah ada Pernikahan dengan Jessica Iskandar 2
“Berdasarkan dengan akta perkawinan pencatatan dilakukan pada tanggal 8 Januari, ketika dikonfirmasi pertemuan tersebut dilakukan pada bulan Desember lalu. Dalam keterangan pencatatan juga dilakukan di Plaza Kuningan, nyatanya justru di Starbuck. Ada juga data mengenai saksi Sri Wahyuni yang tak sesuai. Sri Wahyuni yang saat ini masih berumur 18 tahun serta beragama Islam dalam akta disebut telah berumur 30 tahun serta beragama Nasrani. Dengan cara substansi perkawinan itu nggak sempat terjadi,” lanjutnya lagi.

Lydia Wongsonegoro selaku pengacara dari pihak Jessica pun menanggapi pernyataan yang dikeluarkan dari pihak Ludwig. Ia menegaskan apabila pernikahan terjadi atas dari kesepakatan bersama.

“Dalam faktor ini wewenang PTUN berdasarkan hukum. Telah jelas, perkawinan ini dilakukan dengan cara diam-diam serta atas kesepakatan berdua. Sebagai seorang publik figur, tergugat telah dalam keadaan mengandung serta nggak mau diketahui oleh publik. Semua ini diketahui hanya oleh mereka berdua,” tuturnya.

Sidang selanjutnya bakal diadakan pada 14 April mendatang dengan acara putusan dari majelis hakim.