Meninggalnya Dokter Muda di Kep. Aru, Jadi Kado Pahit Hari Kesehatan

Meninggalnya Dokter Muda di Kep. Aru, Jadi Kado Pahit Hari Kesehatan

KabarDunia.com Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang dari Kepulauan Aru, Seorang dokter muda yang sedang mengikuti program internship yang berada di kawasan Kepulauan Aru, Maluku Tenggara dikabarkan telah meninggal dunia dikarenakan terinfeksi virus campak, pada hari Rabu (11/11/2015),pukul 18.18 WIT.

Sebelum dokter muda yang bernama Dionisius Giri Samudraia ini dikabarkan meninggal dunia, dia memang sempat mengalami beberapa gejala seperti menderita demam, mengalami gagal nafas serta adanya penurunan kesadaran disaat ia mendapatkan perawatan di RSU Cenderawasih, Kepulauan Aru.

“Beberapa hari yang lalu dia meminta izin agar bisa pulang serta berlibur ke Jakarta bersama dengan dua orang rekannya. Namun menurut kabar dia (Dionisius) sudah merasakan sedikit tidak enak badan saat dia telah sampai di Tual,” ungkap salah seorang dokter yang ada di RSUD Cenderawasih.

Seusai ia menjalani perawatan yang ada di RSUD Cenderawasih pada 8 November lalu, ditemukanlah ruam pada tubuhnya dan gejala campak pada tubuh dokter muda tersebut. Namun sayangnya kondisinya saat itu justru terus menurun hingga akhirnya harus masuk ICU pada pukul 23.30 WIT pada hari yang sama itu pula.

Dokter muda yang lebih akrab disapa dengan nama Andra oleh teman-temannya tersebut diduga mengalami sebuah komplikasi dari virus campak. “Kami mempunyai dokter spesialis penyakit dalam untuk menanganinya selama di sini. Gejala awalnya memang seperti terkena campak. Tetapi lantas terjadi komplikasi dimana pada saat virus mulai menyebar hingga ke bagian otak. Kasus komplikasi campak seperti ini memang jarang sekali terjadi, hanya sekitar 1 : 200,” jelasnya.

Kondisi dari Andra pun semakin kritis karena dia sempat mengalami gagal nafas serta kehilangan kesadaran. Namun tak hanya disitu saja, karena dia pun juga mengalami kendala untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif fi kawasan Tual mengingat transporatsi disana yang kurang memadai.

“Menurut Rencana pagi (Rabu, 11 November) kami akan mentransfernya ke Tual agar bisa mendapatkan perawatan yang jauh lebih intensif. Tetapi kondisinya ternuata semakin memburuk dan sangat tidak memungkinkan untuk bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi laut, karena harus melalui transportasi udara.itulah yang akhirnya menjadi kendala,”.

Andra sendiri merupkan salah satu dari total 17 dokter muda yang saat ini tengah menjalani program internship yang berada di kawaaan Kepulauan Aru selama 1 tahun lamanya. Rencananya Andra beserta dengan beberapa rekannya bakal mulai bertugas di RSUD Cenderawasih pada tanggal 12 November 2015 seusai sebelumnya ia ditugaskan di sebuah puskesmas daerah selama 5 bulan lamanya.