Gayus Tambunan Keluyuran, Bagaimana Nilai Hukum Indonesia ?

gayus-tambunan-di-restoran_20150921_112032KabarDunia.com Masih kenalkah anda dengan Gayus Tambunan ? Siapa masyarakat Indonesia yang tak mengenalnya ? Seorang yang terkenal dengan ulahnya yang melanggar hukum negara, di hukum secara berat akibat berbagai macam ulahnya terhadap negeri ini.

Dan Berikut adalah daftar hukuman yang diterima Gayus:

1. Kasus pajak PT Surya Alam Tunggal Sidoarjo, Gayus divonis 12 tahun penjara karena menyuap penyidik, hakim dan merekayasa laporan perpajakan.

2. Gayus dihukum dalam kasus penggelapan pajak PT Megah Citra Raya dan divonis 8 tahun penjara

3. Gayus Tambunan dihukum 2 tahun penjara dalam kasus pemalsuan paspor yang digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri.

4. Gayus dijatuhi vonis 8 tahun penjara dalam kasus pencucian uang dan penyuapan penjaga rutan (Rumah Tahanan).

Baru Baru ini Dunia Sosial Media tenagh dihebohkan dengan sebuah foto yang memunculkan seorang pria persis terpidana kasus korupsi, Gayus Tambunan yangsedang makan di sebuah restoran. Keberadaan Gayus Tambunan yang bisa wira wiri bebas keluar Lapas untuk menghirup udara bebas di tengah masa tahanan pun dipertanyakan.

Salah satu foto yang beredar pada Senin 21 September 2015 kemaren adalah foto yang diunggah oleh salah seorang pengguna akun Facebook bernama Baskoro Endrawan. Dalam foto tersebut, tampak Gayus tengan duduk di restoran dan berpose dengan dua orang perempuan yang sengaja diblur wajahnya.

Nampak dalanm fotp tersebut, sang penghuni RUTAN yang divonis 30 tahun penjara itu tampak memakai kaos biru, celana jeans dan betopi biru serta memakai jam tangan. Ditemukan pula sebuah telepon genggam yang tampak jelas berada di atas meja di hadapannya.

Berikut status Baskoro Endrawan saat mengunggah foto Gayus Tambunan

“Ada yang tahu Gayus Tambunan di mana? Konon sih divonis 30 tahun penjara. Last seen 9 Mei 2015 di sebuah bilangan resto di Jakarta sedang haha-hihi,”

Ada apa yang terjadi dengan Hukum di Negeri Indonesia ini ? semakin tumpul keatas, dan tajam kebawah. Yang kaya dapat mempermainkan hukkum dengan harta yang dimilikinya. Sedangkan rakyat kecil dibuat payah dengan hokum yang menjeratnya. Gerakan perubahan, keadilan masih harus tetap ditegakkan di negeri perjuangan para pahlawan.