Ditolak Masuk Jakarta dan Bandung, Uber Taxi Bikin Petisi Online

Ditolak Masuk Jakarta dan Bandung, Uber Taxi Bikin Petisi Online

KabarDunia.com Tak diperbolehkannya Uber taxi beroperasi di daerah Jakarta dan Bandung, rupanya membikin Uber taxi kecewa berat. Saking kecewanya, mereka pun seperti ‘menantang’ pemerintah serta meminta dukungan dari masyarakat dengan membuat sebuah petisi online disini.

Di dalam petisi online yang dibuatnya tersebut, Uber pun menyebutkan bahwa jika pemerintah tetap tak memperbolehkan beroperasinya aplikasi ini, maka akan ada dampak sosial yang terjadi dengan banyaknya para pengemudi Uber yang menganggur. Hal ini pun bermula dari banyaknya pengemudi Uber yang tertangkap oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya serta Dinas Perhubungan (DISHUB).

“Pengemudi ini memiliki tanggungan keluarga dan biaya yang harus dibayar. Jika berhasil, Satgas akan membuat 6000+ pengemudi kehilangan pekerjaan dan membatasi pilihanmu untuk berkendara di sekitar kota,” tulis dalam petisi itu.

Di dalam petisi online tersebut, mereka berdalih bahwa Uber taxi telah memberikan banyak dampak positif terhadap kota-kota yang ada di seluruh dunia.

“Di kota-kota seluruh dunia, menikmati ride-sharing sebagai cara mengatasi kekurangan pada transportasi publik, mengurangi kemacetan, dan menyambungkan daerah yang sulit dijangkau. Inilah manfaat yang dirasakan masyarakat di lebih dari 300 kota di dunia,” imbuh pihak uber dalam petisinya.

Para user Uber pun juga di himbau agar menyampaikan kepada Ahok, selaku Gubernur DKI Jakarta, mengenai keuntungan dengan adanya aplikasi itu.

“Bantu pastikan Uber memiliki rumah yang permanen di Indonesia dengan memberitahukan Ahok,” lanjutnya.

Para pengguna sendiri pun diklain sangat menyukai adanya Uber karena dinilai aman, terpercaya serta terjangkau. Para pengemudi pun juga menyukai hadirnya Uber karena dianggap bisa membantu dalam mendapatkan penghasilan yang lebih, fleksibilitas (seolah jadi boss), serta adanya peningkatan keamanan di dalam perjalanan dengan hadirnya sistem cashless alias non-tunai.

Selain banyaknya benefit, banyak kota yang diklaim juga menyukai Uber taxi karena mereka memberikan tumpangan kepada masyarakat serta pendatang ketika diperlukan, memberikan sebuah tumpangan di lokasi yang kurang terjangkau, kemudian meningkatkan keamanan, serta menurunkan angka kemacetan serta polusi karena mengurangi jumlah mobil yang berada di jalan.

“Tegakkan pilihanmu di Indonesia dan tanda tangan petisi ini. Biarkan suaramu didengar! #Uber4Indonesia,” tulis dari petisi itu.