Apa Kabar Revolusi Mental ?

Kontroversi-Situs-Revolusi-Mental-Habiskan-dana-200 juta-Jiplak-Web-Barack-ObamaKabarDunia.com Revolusi Mental, sebuah slogan yang diusung dan benar benar dikoar koarkan sejak awal oleh presiden ke 7 Republik Indonesia. Namun bukan hal ini yang menjadi sorotan public saat ini. Proyek Website yang dibuat oleh Menteri PMK Puan Maharani dan anggotanya seolah hanya menjadi proyek asal-asalan. Web Revolusi Mental ini dibuat dengan dana yang tidak sedikit, mengahiskan dana sekitar 200 juta rupiah, ternyata tidak sesuai dengan tampilan, kualitas dan kapasitas yang dimilikinya. Tidak sampa bertahan 24 jam setelah dilaunching, www. revolusimental.go.id sudah tidak dapat diakses oleh kebanyakan pengguna internet Indonesia.

Puan Maharani tak mau berkomentar lebih lanjut saat ditanya kembali soal komentar website revolusi mental yang tak bisa diakses itu. Dia lalu masuk ke mobil dan pergi.

Sampai saat ini, ketika kita ingin mengaksesnya pun hanya tertera kalim,at seperti ini :

“Terima kasih atas saran dan masukannya terhadap web revolusimental.go.id.

Sejak awal dalam melaksanakan setiap kegiatan, Kami menjunjung tinggi

nilai-nilai integritas, termasuk dalam membangun web revolusimental.go.id.

Kami akan bekerja keras untuk memperbaikinya agar menjadi lebih baik. Mari

bersama-sama melakukannya..”

tampilan-website-revolusi-mental

Pakar IT Indonesia, Abi Manyu atau yang dikenal dengan sebuatan Abah mengatakan kalo seandainya kita ingin membuat sebuah website, tentunya kita harus memperhitungkan berapa jumlah pengguna internet di Indonesia. Kalau hal itu kita tidak kita perhitungkan, buat apa kita membuat website dengan dana yang menghabiskan dana 200 juta rupiah.

Beliau juga menambahkan jika website se kelas pemerintahan, seharusnya mereka para ahli harus orang oang yang berkompeten dalam urusan ini, bukan orang orang yang asal asalan asal membuat.

Beliau juga berpesan kepada Menko PMK atau Puan Maharani dan rekan rekan menteri sekalian, untuk tidak usah muluk muluk membuat website yang mencakup pemerintahan saat ini, cukup dengan akun tweeter @RevolusiMental atau akun facebook Revolusi Mental sepertinya sudah cukup dan masalah pembiayaan juga tidak usah menghabiskan dana ratusan juta rupiah.

Entah apa yang sedang terjadi pada situs pemerintahan ini, apakah karena ulah Cyber Crime atau karena Over Loaded, setidaknya rakyat Indonesia pengguna internet masih akan menunggu kelanjutan dari website ini.