Hasil Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadhan 2015 Jatuh Hari Kamis

PWNU Jatim Menyebar di 11 Lokasi untuk Tentukan Awal Ramadhan 2015

KabarDunia.com Penetuan pelaksanaan awal puasa Ramadan 1436 Hijriah, menurut jadwal bakal digelar mulai tanggal 17 Juni besok, Para PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur pun sudah gelar rukyatul hilal untuk melihat bulan. Melewati Lajnah Falakiyah, PWNU Jawa Timur bakal mengamati 11 lokasi yang berada di wilayah provinsi yang berada paling timur di Pulai Jawa ini.

Dikatakan oleh Soleh Hayat,Wakil Ketua dari PWNU Jawa Timur, berdasarkan dari hitungan ilmu falakiyah atau hisab, yang saat ini menjadi pedoman oleh para pakar falak dari NU, awal puasa Ramadan dan lebaran Idul Fitri, diketahui bakal berjalan bareng dengan Muhammadiyah.

“InsyaAllah, untuk awal puasa bakal jatuh pada hari Kamis, yakni tanggal 18 Juni 2015. Sedangkan untuk Hari Raya Idul Fitri, bakal jatuh pada Jumat tanggal 17 Juli 2015,” ungkap Soleh kepada para wartawan, Selasa (16/6).

Dijelaskan pula oleh Soleh, ijtimak pada akhir bulan Sya’ban, akan jatuh pada hari Selasa, dan pada tanggal 16 Juni kemarin, di pukul 21.05 WIB. Kemudian untuk tinggi hilal, diperkirakan bakal terlihat pada malam hari Rabu (Selasa malam) yang diduga akan mencapai -2,32 derajat.

Selanjutnya, pada saat malam Kamis (Rabu malam) tinggi dari hilal diperkirakan akan mencapai 10,15 derajat, maka jika seperti itu maka tanggal 1 Ramadan pun diprediksi bakal bertepatan pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2015.

Begitu juga dengan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 Hijriyah, dimana ijtimak akhir Ramadan, bakal jatuh Kamis, tanggal 16 Juli 2015 pada pukul 08.21 WIB. Saat itu, maka tinggi hilal akan diperkirakan jatuh pada hari Kamis malam, dan mencapai 3, 62 derajat, maka bisa dipastikan 1 Syawal diperkirakan bakal jatuh pada saat hari Jumat, 17 Juli 2015.

Koordinator dari Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur ini pun melanjutkan, walau begitu, NU Jawa Timur masih menerjunkan tim rukyatul hilal yang disebar di 11 lokasi sampai Rabu besok, hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi dari bulan.

“Mudah-mudahan pada saat rukyatul hilal nanti, bulan dapat terlihat, maka antara hasil dari hitungan tak jauh beda dengan hasil rukyat,” harap dari Soleh.