DPR Berharap Harga Pertalite Setara dengan Premium

DPR Berharap Harga Pertalite Setara dengan PremiumPertamina Bakal Launching BBM Baru Mereka ‘Pertalite’

KabarDunia.com PT Pertamina (Persero) memastikan bakal segera meluncurkan produk terbarunya yang dinamakan dengan Pertalite pada Mei 2015. Produk BBM baru ini sendiri nantinya bakal mempunyai kadar RON berkisar 90-91 atau dengan kata lain diatas Premium namun dibawah Pertamax.

Kardaya Warnika, Ketua Komisi VII DPR mengaku bahwa belum menerima info mengenai rencana peluncuran dari produk baru tersebut. Menurut dia, BBM adalah hajat hidup masyarakat maka seharusnya pemerintah serta Pertamina pun harus menjelaskannya terlebih dahulu ke rakyat melewati DPR.

“Rakyat itu punya wakil di DPR, lagipula Pertamina itu kan adalah perusahaan milik negara maka kita sebagai DPR harusnya diajak diskusi,” ujar Kardaya dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (18/4/2015).

Menurut dia, Pertamina tak dapat meluncurkan Pertalite tanpa melakukan konsultasi dengan DPR. Apalagi dengan adanya rencana mengenai pengurangan penjualan premium, bahkan wacana penghapusan premium dari pasaran secara bertahap.

Padahal, premium adalah BBM yang pemberian subsidinya saat ini ditentukan oleh pemerintah serta juga oleh DPR yang tertuang dalam Biaya Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Mantan Dirjen Migas itu juga khawatir faktor itu bakal memberatkan pada konsumen sebab harganya yang bakal lebih mahal dari premium. Untuk itu, dirinya pun meminta supaya harga dari Pertalite ini setidaknya bakal sama dengan harga premium.

“Pokoknya jangan sampai ini (Pertalite) meningkatkan beban rakyat,” kata dia.

Seperti yang diketahui, produk BBM baru Pertalite bakal dihadirkan oleh Pertamina pada Mei 2015. Dengan kandungan kadar RON 90-91, Pertalite ini bakal mempunyai nilai jauh lebih baik daripada premium, mengingat kandungan kadar RON di premium hanya 88. Tetapi produk ini sendiri mempunyai nilai lebih rendah dibanding Pertamax yang mempunyai RON 92.

?Pertalite adalah produk orisinil pengembangan Pertamina. Pertalite ini dijual sebagai BBM transisi sebab ke depan untuk tipe Premium dengan cara perlahan bakal lenyap dari pasaran. Hingga sekarang hanya Indonesia yang tetap memakai BBM dengan kandungan RON 88 di dunia.