Rio Santoso, Pelaku Pembunuhan Deudeuh Tata Chubby Akhirnya Ditangkap

Rio Santoso, Pelaku Pembunuhan Deudeuh Tata Chubby Akhirnya DitangkapPelaku Pembunuhan Deudeuh Alfisahrin Akhirnya Tertangkap

KabarDunia.com Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuh Deudeuh Alfisahrin atau Tata atau Empi. Pelaku tersebut ditangkap di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada dini hari tadi.

“Sudah ditangkap, Pelakunya adalah pelanggannya,” ucap dari Herry Heryawan, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP , Rabu (15/4).

Polisi sampai saat ini masih mencoba untuk memeriksa pelaku lebih lanjut. Polisi juga masih mempelajari motif sebenarnya dari pembunuhan itu.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang janda yang beranak satu, dengan nama Deudeuh Alfisahrin atau Tata atau Empi, telah ditemukan dalam keadaan tewas di dalam kamar indekos, di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Deudeuh yang disebut-sebut berprofesi sebagai seorang wanita yang menawarkan diri via salah satu media sosial online itu, ditemukan dalam keadaan tewas tanpa memakai busana dengan keadaan leher sedang terbelit kabel serta mulut yang telah disumpal kaus kaki.

Menurut sejumlah temannya, Deudeuh atau Empi memang dikenal sebagai wanita bookingan. “Dia itu cewek panggilan via online,” ucap Feli (26), salah seorang sahabat Mpi yang juga berprofesi sebagai cewek panggilan dikutip dari merdeka.com, pada Senin (13/4).

Hal senada juga turut disampaikan oleh Lucky, salah seorang sopir salon yang letaknya berada di depan kos wanita yang cukup cantik itu. “Korban adalah cewek panggilan, biasanya dibooking via online,” ujar Lucky coba memberikan keterangan.

Lucky juga menceritakan bahwa dia saban hari memang berada di depan pos yang ada di kos-kosan tersebut. Menurut dia, pria yang ingin merasakan dan menikmati pelayanan dari Deudeuh nantinya akan di data sama Deudeuh sendiri.

“Didata yang cocok mana sehingga ya tak jarang gonta-ganti cowok. Cowok keluar masuk kosan buat ketemu dia. Warga sini mah udah pada tau,” jelasnya lebih lanjut.

Pembunuhan dari Deudeuh sendiri tetap menyisakan misteri dengan adanya sejumlah info yang bias, yang coba mengaburkan penyidikan pihak kepolisian kepada kematiannya. Bahkan menurut salah seorang kakak ipar korban, Nurhasanah, Deudeuh yang sempat tinggal bersamanya selama di Depok itu memang cukup dikenal sebagai pribadi yang tertutup serta cuek.

Polisi pun telah mencoba melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang saksi, baik itu pemilik rumah kos maupun sejumlah orang yang memang tinggal di sana. Tidak hanya itu, penelusuran melalui catatan harian milik korban juga telah coba dilakukan, sampai akhirnya permasalahan dari pembunuhan Deudeuh ini menemukan sedikit titik terang.

Polisi yang mencoba mempelajari siapa saja nama-nama orang yang pernah berada dalam catatan harian yang berada di kamar korban itu, akhirnya menemukan dua buah nama orang yang terakhir kali tercatat berjumpa dengan korban.

“Ada dua tamu yang dapat dicurigai yang terakhir bertemu korban. Tamu atau yang lainnya yang dikenali korban juga bakal diperiksa. Nggak mungkin disebutin di sini,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru di Polres Jakarta Selatan, Selasa (14/4).

Selain itu, AKBP Audie juga turut mengatakan, polisi juga bakal memanggil mantan suami dari Deudeuh untuk dimintai keterangan, supaya dapat meningkatkan info demi mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan tersebut, “Mantan suami korban bakal diperiksa untuk mengungkapkan permasalahan pembunuhan ini,” ucap AKBP Audie.