OJK Minta Kemkominfo dan KPI Blokir Semua yang Berhubungan dengan MMM

OJK Minta Kemkominfo dan KPI Blokir Semua yang Berhubungan dengan MMM

MMM termasuk money game dan ponzi scheme

KabarDunia.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa bisnis MMM (Mavrodi Mondial Moneybox) yang akhir-akhir ini beredar di Indonesia sangat merugikan masyarakat. Bisnis MMM alias biasa disebut Manusia Menolong Manusia itu menyerupai money game serta ponzi scheme yang akan sangat berisiko menyebabkan terjadinya kegagalan pembayaran untuk mengembalikan dana milik masyarakat.

Menyikapi hal ini, OJK sendiri berjanji bakal memblokir semua website alias website yang dipakai oleh MMM untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia. Pihak OJK sendiri saat ini juga sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi serta Informatika.

“OJK serta Satgas Waspada Investasi bakal memberi tau permintaan pemblokiran website internet yang dipakai dalam kegiatan MMM,” ujar Joni Swastanto, Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB OJK, dalam sebuah siaran persnya dikutip dari merdeka.com di Jakarta, Kamis (9/4).

Selain itu juga, OJK bakal berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) supaya semua kegiatan MMM ditutup di Indonesia. “Kita juga bakal melakukan langkah lain yang dibutuhkan supaya masyarakat tak dirugikan di kemudian hari,” tegasnya.

Menurut Joni, OJK selama ini telah melakukan beberapa langkah preventif, tidak hanya soal edukasi serta penjelasan terhadap masyarakat melewati beberapa media/sarana komunikasi. OJK juga rutin berkoordinasi dengan pihak Satgas Waspada Investasi untuk selalu memonitor serta menindaklanjuti soal laporan masyarakat.

Bisnis MMM sendiri terbukti sedang heboh di tengah masyarakat Indonesia, Apalagi dengan semakin gencarnya mereka berpromosi melalui berbagai media cetak dan visual nasional. Bisnis ini sangat menggiurkan sebab menjanjikan keuntungan sampai 30 persen tiap bulan. Keuntungan itu bisa didapat tanpa harus melakukan apa-apa. Anak buah MMM hanya diminta untuk menyetor sejumlah uang sebagai awalan. Sebulan kemudian, anak buah dijanjikan bakal mendapat tambahan dana sebesar 30 persen dari yang disetor.