Jual Petasan, Seorang Nenek di Tegal Terancam Hukuman Penjara

Jual Petasan, Seorang Nenek di Tegal Terancam Hukuman Penjara

KabarDunia.com Lagi, seorang nenek terpaksa berhadapan dengan hukum sebab ketidaktahuannya. Pada kali ini kejadiannya terjadi di Tegal, Jawa Tengah, seorang nenek telah dipidanakan sebab menjual ribuan petasan di rumahnya, di Jalan Pertiwi, Kelurahan Kemandungan, Tegal, Jawa Tengah.

Seperti yang diberitakan, Nenek Meri tertangkap ketika razia polisi sebab berjualan petasan. Sedangkan Nenek Meri sendiri mengaku tak mengenal adanya larangan menjual petasan. Petasan yang ia jual kemudian disita oleh polisi serta Nenek Meri pun mau tak mau diproses dengan cara hukum yang berlaku.

Dalam persidangan kasusnya yang digelar di Pengadilan Negeri Tegal, Nenek Meri pun dituntut selama 5 bulan penjara serta 10 bulan masa percobaan. Padahal Nenek Meri sendiri adalah seorang penjual petasan musiman serta telah berjualan sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Hingga usianya yang kini menapak 85 tahun, Nenek Meri pun mengatakan bahwa tak tahu apabila menjual petasan termasuk melanggar hukum. Sebab selama puluhan tahun berjualan baru pada kali ini diproses hukum.

Pekan depan majelis hakim PN Tegal bakal segera memutuskan mengenai nasib Nenek Meri, apakah bakal memperoleh hukuman sesuai dengan tuntutan jaksa, atau justru lebih ringan alias dibebaskan.

Sebelumnya ada juga permasalahan yang membawa seorang nenek yakni Nenek Asyani yang diadukan oleh Perhutani atas dugaan pelanggaran Undang-Undang mengenai illegal logging alias perusakan hutan lindung, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

walaupun pihak desa setempat menyebutkan kayu jati tersebut milik Nenek Asyani, sebab berada di lahan sang nenek.