Duo “Bali Nine” Ucapkan Terima Kasih, Sebelum Dipindahkan

Duo "Bali Nine" Ucapkan Terima Kasih, Sebelum Dipindahkan

KabarDunia.com – Dua terpidana asing yang segera menjalani hukuman mati terkait kasus penyelundupan narkotika yang berasal dari Australia, atau yang lebih sering disebut “Bali Nine”, Andrew Chan serta Myuran Sukumaran, dikabarkan saat ini telah berada di Pulau Nusakambangan untuk menantikan proses eksekusi hukuman mati keduanya.

Meskipun polisi mengerahkan banyak sekali personel di luar Lapas Kerobokan yang secara khusus bertugas untuk mengawal proses pemindahan para terpidana mati itu, suasana sebaliknya justru terjadi di dalam lapas dimana disana justru sangat tenang seolah tak akan terjadi sebuah hal yang besar.

Bahkan, para terpidana kasus penyelundupan narkotika ini Chan serta Sukumaran bisa dibilang sangat tenang ketika dibangunkan dari tidur serta diberi tahu bahwa mereka bakal segera dipindahkan menuju ke lapas Nusakambangan. “Mereka telah siap. Mereka bahkan sempat mengucapkan terima kasih,” ucap Nyoman Putra Surya Kepala Dinas Pemasyarakatan Provinsi Bali.

Nyoman juga berkata, kedua pria asing itu tersenyum serta sempat menjabat tangannya sebelum digeledah serta diborgol. “Kami memborgol keduanya. Mereka sangat tenang,” lanjut Nyoman.

Sejak Selasa lalu (3/3/2015), Chan serta Sukumaran telah dipastikan bakal dipindahkan ke Nusakambangan pada Rabu untuk menanti proses eksekusi. Dengan demikian, mereka pun menghabiskan hari terakhir mereka di Kerobokan bersama dengan keluarga serta kawan-kawan mereka.

“Kami tidak butuh bilang ‘Bangun! Bangun!’ Mereka telah tahu sebab kita telah memberitahunya pada waktu malam. Mereka cepat bangun serta berpakaian, hanya dalam 10 menit,” kata Sudjonggo selaku Kepala LP Kerobokan.

Chan serta Sukumaran diberi tahu sebelumnya bahwa mereka hanya dibolehkan untuk membawa barang-barang pribadi saja. Mereka lalu memberikan barang-barang milik mereka, semacam pakaian, makanan, serta peralatan dapur terhadap para narapidana lain, termasuk juga sesama terpidana kasus narkoba “Bali Nine”.

Sudjonggo juga berkata, Chan memilih membawa salah satu  Alkitabnya. Sementara itu, Sukumaran lebih memilih membawa beberapa alat tulis serta buku gambar. Ketika hendak naik ke dalam pesawat, Chan diberitakan sempat mengucapkan selamat tinggal terhadap pulau Bali. Selain itu kedua pria Australia itu juga telah mengucapkan selamat tinggal terhadap kawan-kawan mereka sesama narapidana yang berada di lapas. Dirinya bahkan sempat mendengar ketika Sukumaran memberikan nasihat terhadap kawan-kawannya agar selalu berhati-hati.

“Saya tidak bertanya apakah dirinya (Sukumaran) siap atau tidak. Tetapi, saya dapat melihat dari bahasa tubuhnya. Dirinya tetap ngobrol, tertawa, serta bercanda bersama kawan-kawannya,” ujar Sudjonggo.