Sering Nantang Carok, Wakil Dekan UIN Malang Didemo

Sering Nantang Carok, Wakil Dekan UIN Malang Didemo

 

KabarDunia.com – Para mahasiswa perwakilan dari 6 fakultas beserta para dosen dari Fakultas Humaniora Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, siang ini (25/2) menggelar aksi demo menuntut pemecatan terhadap Wakil Dekan I Fakultas Humaniora, DR Basri Zein Phd. Mereka menuntut agar rektor UIN, Prof Mudjia Rahardja Msi, segera menindak tegas terhadap Wakil Dekan I tersebut, sebab tindakannya dianggap tak terpuji yaitu kekerasan nonfisik maupun fisik .

“Kampus seharusnya sebagai tempat para intelektual, nyatanya telah dikotori oleh tindak kekerasan, apalagi oleh seorang wakil dekan Jurusan Humaniora,” ucap koordinator aksi Abdurahman Sofyan di Kampus UIN Maliki, Malang, Rabu (25/2).

Bentuk kekerasan yang telah diperbuat Basri, ujar Sofyan, diperbuat terhadap sesama dosen dan mahasiswa, seperti di antaranya menantang carok (bertarung memakai celurit) dosen maupun mahasiswa yang tak sepaham dengannya .

Selain itu Basri juga sempat memukul beberapa mahasiswa,  mengancam mahasiswa di depan mahasiswa lain, mencekik leher. Dan tak sedikit SMS yang dikirimkan bernada seolah mengancam.

Aksi demo ini pun sempat tegang, sebabnya pihak keamanan awalnya melarang para pendemo untuk masuk ke gedung Rektorat. Hingga akhirnya aksi dorong-dorongan serta kejar-kejaran sempat terjadi beberapa saat sebelum kemudian akhirnya mereka diberi peluang untuk melakukan orasi di depan gedung rektorat.

Didalam orasinya, Basri dianggap sama sekali tak melakukan tugasnya sebagai Wakil Dekan sebagaimana mestinya, sebab justru menyebarkan semangat kekerasan serta tidak mengindahkan etika akademik. selain itu juga dianggap memperkeruh suasana kerja di lingkungan kampus.

Sebelumnya mereka sempat melakukan petisi dari citivas akademika yang ditandatangani oleh 25 dosen, kemudian diserahkan pada tanggal 10 Desember 2014 lalu. Namun Petisi tersebut, belum ditanggapi. Sebelumnya, pada hari Senin (23/2) mereka juga telah melakukan aksi yang sama.

Pihak rektorat sendiri tak bisa ditemui, hingga akhirnya setelah berdemo selama 2 jam. Mereka diterima oleh Kepala Humas UIN, Sutaman.

“Rektor telah mengajak senat, besok Kamis pukul 15.00 WIB, silakan datang lagi bakal ada rapat khusus mengulas permasalahan ini,” kata Sutaman.

Tiga ancaman juga disampaikan oleh para demonstran, di antaranya ialah ancaman untuk proses hukum dengan lapor ke pihak kepolisian, kemudian memboikot perkuliahan baik oleh mahasiswa maupun dosen, serta rencana mereka untuk mengirimkan surat pengaduan kepada Kementerian Agama.