Brasil tolak Dubes RI, hubungan baik kedua negara rusak

Brasil tolak Dubes RI, hubungan baik kedua negara rusak

KabarDunia.com – Presiden Brasil Dilma Rousseff membenarkan pihaknya menunda pemberian surat kepercayaan (credentials) terhadap Duta Besar Indonesia. Tanpa adanya surat tersebut, Dubes Indonesia untuk Brasil Toto Riyanto tak bisa bertugas.

Dilma menyebutkan sikapnya berkaitan dengan kebijakan Indonesia menghukum mati warga asing terlibat permasalahan narkoba. Satu WN Brasil telah diesekusi, sementara satu lagi menantikan giliran di Nusakambangan.

“Hal terpenting (dari penundaan penyerahan surat ini) bila terjadi perubahan kondisi,” ujarnya semacam dilansir BBC, Sabtu (21/2).

Kementerian Luar Negeri merasa terhina dengan tutorial Brasil menunda pemberian credentials terhadap Dubes Toto Riyanto. Pada agenda di Istana Kepresidenan Brasil kemarin (20/2), Dubes Toto telah datang bersama diplomat lain sumber Venezuela, El Salvador, Panama, Senegal serta Yunani. Tapi hanya dirinya yang diberitakan tak mendapat credentials, jadi batal mengikuti upacara resmi.

“Cara penundaan penyerahan surat credentials yang dilakukan oleh pihak Menlu Brasil dengan cara tiba-tiba pada saat Dubes designate RI untuk Brasillia telah berada di Istana Presiden Brasil, adalah sebuah perbuatan yang tak bisa diterima oleh Indonesia,” tulis juru bicara Kemlu.

Dubes Toto saat ini telah dipanggil pulang ke Tanah Air untuk konsultasi lebih lanjut. Hingga Brasil punya inisiatif memperbaiki hubungan diplomatik yang saat ini memkurang baik, Kemlu tak bakal mengirim utusan ke Negeri Samba.

Dilma memberi sinyal penolakan memberi izin tugas pada Dubes RI tak bakal lama. “Yang kita perbuat ini adalah untuk sedikit memperlambat penerimaan surat kepercayaan, tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Pemicu kemarahan pihak Brasil adalah eksekusi yang dilakukan Kejaksaan Agung, saat menembak mati Michael Archer Cardoso, WN Brasil yang jadi kurir narkoba, di Cilacap pada 17 Januari lalu.

Belakangan ini juga beredar kabar ada satu lagi warga Brasil yang akan segera dieksekusi. Yakni Rodrigo Gularte, sama-sama terlibat permasalahan narkoba. Dirinya saat ini tetap ada di sel khusus isolasi Lapas Batu, Nusakambangan.

Apapun alasan pemerintah Brasil, Ahli Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengkritik keras kebijakan yang diambil Dilma. Negeri Samba seolah sengaja merusak hubungan baik dengan RI melewati cara yang tak patut.

“Tindakan Brasil ini berisiko memperburuk hubungan baik antar dua negara yang telah lama terjalin serta saling menguntungkan,” ujar Hikmahanto.

Selain memanggil kembali Toto, Hikmahanto juga meminta Kemlu melakukan sebuah tindakan balasan. “Indonesia bisa saja melakukan perbuatan persona non grata alias pengusiran terhadap satu alias sejumlah diplomat Brasil yang sedang bertugas di Indonesia,” imbuhnya.