Terus Turun, Harga Emas Hari ini Turun Rp. 10.000

Terus Turun, Harga Emas Hari ini Turun Rp. 10.000

KabarDunia.comRencana Donald Trump untuk membuka kembali beberapa wilayah yang sebelumnya di lockdown rupanya memberikan efek tersendiri bagi emas. Trump ingin kembali menghidupkan perekonomian di wilayah terdampak, tahk hanya itu saja, Trump pun juga sudah mengeluarkan panduan untuk kebangkitan ekonomi.

Menurut pantauan Bloomberg, Harga emas sendiri saat ini turun hingga level terendah dalam sepekan. Harga emas tercatat hanya 1.679,93 per ons atau turun sekitar 0,17% dibanding pekan lalu. Sementara itu untuk harga emas berjangka Comex mengalami penurunan sebesar 3,3% atau berada pada posisi $1.686.

Tai Wong, Kepala perdagangan derivatif logam mulia pun mengatakan bahwa rencana Trump tersebut telah membuat gairah investor di pasar ekuitas meningkat. Hal inilah yang diduga membuat pergerakan emas sedikit tertekan. Selain itu pergerakan harga emas ini juga diduga karena semakin positifnya para investor seiring hasil riset obat untuk mengatasi corona yang saat ini terus dikembangkan di AS.

Reuters pun melaporkan jika permintaan emas batangan hingga saat ini masih lesu. Tiongkok yang baru saja mencabut status lockdown mereka rupanya tak serta merta membuat permintaan akan emas naik.

Meskipun menujukkan pergerakan anjlok, emas sendiri diduga tidak akan mengalami hal tersebut dalam jangka panjang mengingat Bank sentral AS (The Fed) telah mengucurkan stimulus moneter.

Di Indonesia sendiri turunnya harga emas juga mulai terlihat di beberapa situs penjualan harga emas. Berdasarkan informasi dari https://www.indogold.id/ harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah mengalami penurunan harga hingga Rp. 10.000 pada senin (20/4). Kini harga emas berada di kisaran Rp. 917.000 per gramnya. Buyback sendiri saat ini berada di level Rp.816.000 per gram atau turun sekitar 9000 jika dibandingkan pada hari sabtu lalu.

Penurunan harga emas di Indonesia ini sendiri diperkirakan karena menguatnya permintaan untuk aset pendapatan tetap. hal ini wajar terjadi mengingat pemerintah dan bank Indonesia memang sedang menggelontorkan sejumlah kebijakan stimulus. Dalam sepekan terakhir data menunjukkan jika permintaan untuk aset safe haven (emas batangan) yang diproduksi antam memang mengalami penurunan hingga 2,73%.