Tewasnya Pemudik di Kemacetan Brexit, Jadi Headline di Media Inggris

Tewasnya Pemudik di Kemacetan Brexit, Jadi Headline di Media Inggris 2
KabarDunia.com – Kemacetan parah yang terjadi di Brexit alias Brebes Exit beberapa waktu lalu rupanya tak kalah menghebohkannya dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang disebut juga dengan Brexit.

Brexit versi Indonesia pun kini menjadi sorotan media asing karena dianggap sebagai sebuah kemacetan lalu lintas yang terparah yang pernah ada di dunia.

Salah satu media asing yang menyoroti peristiwa ini tak lain adalah Daily Mail. Media terkenal di Inggris ini pun memberi sebuah judul “Is this the world’s worst traffic jam? Fifteen motorists die in three days after getting caught in gridlock at Indonesian junction… named BREXIT” atau kurang lebih memiliki arti “Inikah kemacetan yang terparah di dunia? 15 orang pengendara meninggal dalam kurun waktu tiga hari usai terjebak di sebuah persimpangan di Indonesia, yang bernama Brexit”.

Tewasnya Pemudik di Kemacetan Brexit, Jadi Headline di Media Inggris

Tentu saja sorotan utama dari media Inggris adalah masalah banyaknya korban jiwa yang tewas akibat dari kemacetan tersebut. Berdasarkan data dari mengatakan, setidaknya total ada 13 orang yang tewas akibat kemacetan tersebut, namun media-media nasional justru menyebut bahwa jumlah korban tewas mencapai 15 orang.

Tak hanya itu, Daily Mail pun juga menyampaikan kritiknya atas sikap keras kepala para pengemudi Indonesia. Dimana, banyaknya para pengemudi yang justru enggan meninggalkan kendaraan mereka, hanya untuk sekedar mendapatkan udara segar. Hal inilah yang dinilai menjadi sebagai salah satu penyebab kenapa ada banyak korban yang tewas akibat kemacetan Brexit ini sesuai dengan pernyataan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan Indonesia.

“Penggunaan AC secara terus menerus dalam kendaraan kabin kecil dan tertutup akan menurunkan tingkat oksigen dan justru meningkatkan CO2” kata Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan Indonesia.